Friday, October 13, 2017

Prabowonomics : Mengenal Pemikiran Prabowo Subianto dalam Membangun Perekonomian Indonesia




Konsep Pengembangan Perekonomian Secara Terintegrasi Dan Berkesinambungan, berbasis Pada Kemandirian Serta Mempertahankan Kedaulatan Pangan dan Energi, Sebagai Bentuk Kemandirian Bangsa dan Bangsa Yang Berdaulat.

Strategi dorongan besar Prabowo, yang sempat dikenal sebagai “Prabowonomics” adalah strategi pembangunan ekonomi yang memastikan nilai tambah sektor pertanian dari hulu ke hilir dinikmati oleh petani kecil, bukan oleh pemodal besar — dengan cara memberikan suntikan dana langsung ke pedesaan dan memberikan peran kepada BUMDES dan BUMN dalam pengolahan, pengepakan, pendistribusian dan penjualan hasil-hasil pertanian. Peran BUMDES dan BUMN dalam pengembangan perekonomian masyarakat diletakan pada posisi yang sangat strategis dalam konteks pengembangan perekonomian nasional.

Mungkin hal ini lah yang sangat ditentang oleh system kapitalistik yang dianut oleh rezim penguasa saat ini dan kelompok-kelompok Multi National Corporation, yang saat ini mengangkangi perekonomian di negeri ini.

Selain itu pula kemandirian dalam pengelolaan Sumber-sumber Daya Alam yang sangat kaya dimiliki oleh negeri ini, yang dikelola oleh anak bangsa sendiri mengingat begitu banyaknya anak bangsa ini yang mampu untuk mengelolanya sendiri. Dengan demikian nilai tambah yang diperoleh sebesar-besarnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

Jika konsep ini dijalankan, strategi dorongan besar Prabowo secara langsung akan mewujudkan kemandirian di bidang pangan dan kemandirian di bidang energi. Ini merupakan dua sumber kekayaan negeri ini yang akan mampu mengangkat kesejahteraan rakyat, harkat dan martabat bangsa. Selain itu, strategi dorongan besar Prabowo juga, dari pengelolaan bidang pertanian dan energy ini, akan mendorong terciptanya dan tumbuhnya industri-industri nasional sehingga rakyat Indonesia dapat dengan bangga membeli produk-produk nasional.

Itu sebabnya Strategi dorongan besar Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya akses ke permodalan oleh petani kecil dan pengusaha nasional, dan perlunya dibangun suatu bank yang khusus melayani kalangan petani dan nelayan, menjadikan suatu keharusan.

Strategi pembangunan yang menjadi konsep Prabowo yang dikenal dengan PRABOWONOMICS ini sejalan dengan konsep yang diterapkan oleh seorang BILL GATES, pemilik Microsoft.

Menurut Bill Gates Konsep ini sangat tepat diterapkan di negara berkembang seperti Indonesia yang kehidupannya berbasis pada kultur pertanian. Bill Gates menerapkan konsep ini melalui yayasannya yang banyak membantu usaha kalangan masyarakat miskin di dunia
Pertama, perlu adanya kesadaran nasional bahwa pertanian adalah sektor paling menentukan bangkit atau tidaknya perekonomian suatu negara
Kedua, penghasilan dari surplus produksi pertanian harus digunakan untuk membangun industri-industri berorientasi ekspor
Ketiga, pemerintah harus secara aktif membina kedua sektor ini (pertanian yang dimotori oleh para petani kecil dan industri berorientasi ekspor yang dimotori oleh BUMN dan perusahaan nasional) dengan bank-bank yang dikendalikan secara ketat. (Nurjaman Center)

Satu hal yang kuat muncul ke permukaan dari Prabowonomics ini adalah keberpihak terhadap pengembangan usaha masyarakat lapisan bawah baik kalangan petani, nelayan maupun usaha mikro lainnya. Dan kesannya begitu kuat bahwa konsep ini merupakan manifestasi dari ps. 33 UUD 1945. Memang benar, dalam pengembangan usaha masyarakat, tanpa ada keberpihakan dan keperdulian dari pemerintah, maka program itu tidak akan mencapai sasarannya sebagaimana yang diharapkan. Karena sasaran akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wajar kalau Prabowo mampu menelorkan Konsep Pengembangan Ekonomi yang terintegrasi dan berkesinambungan ini, walaupun seluruh kariernya dihabiskan di lingkungan militer, buku merupakan teman setianya dimana pun dia berada, tidak terkecuali di medan tempur sekalipun, saat jeda dimanfaatkannya untuk membaca. Hal yang lain karena beliau adalah putra dari Begawan Ekonomi, Prof. DR. Sumitro Djojohadikusumo. Buah tak akan jauh jatuhnya dari pohonnya. Dan seorang Prabowo pun mampu memapar konsep ini secara jelas dan tegas di hadapan forum-forum bergengsi di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam menghadapi krisis yang dihadapi saat ini, resep kemandirian dalam mempertahankan kedaulatan pangan dan energi ini dalam Konsep”Prabowonomics” ini, sangat tepat bila hendak di jalankan. Dan ini pada akhirnya secara langsung berkaitan dengan konsep pemerataan dimana secara langsung hasil yang dicapai akan mendistribusikan kekayaan negeri ini secara merata ke seluruh rakyat di negeri ini. Cita-cita kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indoesia ini lah yang ingin dicapai, sesuai dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan yang dicanangkan lebih dari 72 tahun yang lalu.

Sektor pertanian merupakan pangkal dari seluruh usaha di negeri ini, karena digeluti oleh lebih dari 100 juta penduduk Indonesia. Runtuhnya sektor pertanian, akan memberikan efek domino yang luar biasa terhadap sektor yang lainnya. Saat ini mulai kita rasakan, betapa lesunya sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap berbagai usaha di perkotaan, baik di bidang perdagangan maupun industri.

Demikian pula untuk sektor energi, ketergantungan pemerintah saat ini terhadap pihak luar dalam pengelolaan energy, telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap sektor usaha lainnya, tingginya harga pokok telah menimbulkan dampak tingginya harga jual barang-barang yang secara langsung menekan daya beli masyarakat. Secara jelas bahwa sektor energi ini secara langsung sangat berpengaruh terhadap sektor usaha secara keseluruhan. Dan memang yang sangat celaka saat ini, ketimpangan sudah demikian menganga lebar, dimana kekayaan negeri ini sebahagian besar hanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Ini menunjukan betapa tidak sehatnya konsep perekonomian yang dijalankan oleh rezim penguasa saat ini. Cita-cita proklamasi dari hari ke hari akan semakin jauh dari harapan.

Begitu lah seharusnya seorang pemimpin harus memiliki visi dan konsep yang kuat bagi pengembangan negeri ini ke depan. Demikian pula halnya bagi pemimpin negeri yang besar seperti Indonesia, seharusnya memiliki konsep yang jelas mengenai pengembangan negeri ini ke depan, yang berbasis kepada Kerakyatan, Kemandirian dan penegakan Kedaulatan bangsa, baik pangan dan energy. Dua sektor ini akan sangat menentukan sektor yang lainnya, yang secara keseluruhan akan berpengaruh terhadap Ketahanan Bangsa.

Pemikiran Prabowo Subianto tentang pengembangan perekonomian dan pengembangan bangsa ini dituangkannya dalam beberapa buku, salah satunya dalam buku “MEMBANGUN KEMBALI INDONESIA” yang diterbitkan tahun 2009. Di dalam buku ini secara clear digambarkan konsep Pengembangan perekonomian secara terintegrasi dan menyeluruh, untuk kemandirian pangan, kemandirin energy sebagai pangkal dari penegmbangan perekonomian nasional, dalam rangka menjaga kemandirian bangsa dan kedaulatan bangsa.

Baru baru ini pun, di awal tahun 2017, Prabowo Subianto menerbitkan bukunya “PARADOKS INDONESIA”. -Kejanggalan Indonesia-, demikian Prabowo menyebutnya, bangsa yang kaya raya, negeri yang kaya raya tapi rakyatnya masih tetap miskin. Buku ini disusun berdasarkan kondisi riil yang ada pada saat ini, dimana kesenjangan makin hari semakin lebar dan dalam.

Lagi-lagi Prabowo memaparkan masalah ini dan bicara konsep pengembangan perekonomian di forum-forum nasional maupun internasional yang dipenuhi oleh para ekonom dan pengusaha terkemuka.

Pemikiran Prabowo di bidang perekonomian nasional, selalu berangkat dari visi kesejahteraan rakyat yang demikian kuat. Ini bentuk kesadarannya yang tinggi terhadap arti kemandirian bangsa, kesadarannya yang dalam terhadap bangsa yang berdaulat atas tanah dan negaranya sendiri.

Dan ini bukan lah sekedar pemikiran yang ada di atas kertas atau bermain pada tataran teoritik, tapi konsep yang sangat applicable, dan bisa dikembangkan dalam membangun perekonomian negeri ini. Dan butuh keberanian untuk melakukan. Hanya pemimpin yang punya keberanian dan kemandirian saja yang mampu melakukan perubahan total terhadap kondisi negeri ini yang sudah terlanjur salah urus.

Sudah saatnya bangsa ini berpikir dan bersikap lebih cerdas dalam memilih kepemimpinan nasional, bukan berdasarkan pencitraannya dan elektabilitasnya, akan tetapi berdasarkan kompetensi dan keberpihakannya terhadap rakyat, bangsa dan negara.

Prabowonomics merupakan konsep yang sangat membumi, dan memang sangat sesuai dengan cita-cita Proklamasi sebagaimana yang tercantum pada ps. 33 UUD 1945 yang disinari oleh Semangat Keadilan dan Kerakyatan yang tercantum pada Pancasila.

Dan yang jelas, Jenderal yang meniti karirnya di lingkungan Kopassus ini, merupakan sosok yang “sudah selesai dengan dirinya”.
(DJS/S.Sunda/LPTA/12102017)

Fitnah dan Kampanye Hitam untuk Prabowo



1. Prabowo penculik!

Bukan menculik tapi mengamankan. Dan yang mengamankan itu bukan Prabowo tapi Tim Mawar. Yang diamankan 9 orang, sudah bebas semua dalam keadaan hidup dan sebagaian jadi kader Gerindra.

2. Prabowo pelanggar HAM!

Kalau melanggar HAM kenapa beliau bisa bebas ke negara manapun? Bahkan beliau dipilih sama Megawati jadi cawapresnya tahun 2009? Apa iya Megawati memilih pelanggar HAM?

3. Prabowo dalang tragedi Trisakti!
Yang menembak mahasiswa Trisakti ternyata peluru dari instansi lain, bukan dari Kostrad yang dipimpin Prabowo, dan Prabowo bersumpah dengan Al-Qur'an tidak terlibat tragedi Trisakti. Makanya keluarga korban Trisakti dukung Prabowo.

4. Prabowo dalang kerusuhan 98!
Kalau Jasmev & jokowers punya buktinya silakan diserahkan ke Komnas HAM!

5. Prabowo kabur ke Yordania!
Prabowo ke Yordania adalah untuk menghindari fitnah dari musuh-musuhnya ketika itu. Siapa musuh-musuhnya? liat saja siapa para Jendral yang berada di 'kubu sebelah mana ya'

6. Prabowo punya 2 kewarganegaraan!
SBY dan Habibie juga punya 2 kewarganegaraan (kehormatan). Warga negara kehormatan tidak dilarang dalam undang-undang Pilpres. Yang dilarang adalah pernah pindah kewarganeraan menjadi warga negara lain.

7. Prabowo nggak punya "anu"!
Kalau nggak punya anu kenapa punya anak. Anaknya menjadi desainer dunia dan mendesainer mobil BMW seri termewah yang hanya diproduksi 5 unit saja di dunia.

8. Prabowo cerai nggak bisa urus keluarga!
Bukan cerai, tapi diusir oleh keluarga Cendana akibat hasutan Jendral yang benci dan takut tersaingi sama Prabowo.

9. Prabowo dipecat!
Bukan dipecat, tapi dipensiunkan dengan hormat. Kalau dipecat mana mungkin dapat uang pensiun tiap bulan sampai sekarang.

10. Prabowo punya hutang! 
Kalau punya hutang pasti tidak lolos di KPU yang mensyaratkan harus ada surat bebas hutang dari pengadilan.

11. Prabowo tidak punya istri, trus siapa ibu negaranya kalau menang? 
Ini pemilihan Presiden bukan pemilihan istri Presiden dan tidak ada syarat dari KPU harus beristri. Jodoh itu di tangan YANG MAHA KUASA 'ALLAH SWT', bukan di tangan KPU.

Sumber Page FB Biem Benjamin

Thursday, October 12, 2017

Prabowo Bisa Selamatkan “NV Indonesia Raya” yang Dikuasai Lanun



By Asyari Usman

Di corat-coret terdahulu, kita mendiskusikan kemungkinan Jenderal Gatot Nurmantyo diusulkan sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2019. Selain beliau yang disukai rakyat karena berani, secara terbuka, menjelaskan potensi ancaman terhadap keamanan negara, ada sekian banyak lagi figur yang pantas untuk didukung.

Jenderal GN adalah salah satu opsi saja. Banyak yang lain lagi. Prabowo Subianto (PS) masih memiliki peluang besar untuk memimpin Indonesia. Popularitas PS diperkirakan akan semakin tinggi menyusul peranan sentral dan sukses yang beliau tunjukkan di dalam proses Pilkada DKI putaran pertama (15 Februari 2017) dan putaran kedua (15 April 2017).

Kalau diletakkan di dalam konteks kegalauan pelaksanaan pemerintahan sekarang ini, khususnya yang berkaitan dengan penegakan kedaulatan ekonomi dan politik, maka secara otomatis rakyat pemilih akan langsung teringat nama Prabowo. Sebab, ketika kampanye Pilpes 2014, penjelasan PS tentang konsep penguatan martabat bangsa dan negara di mata asing dan di mata para pencolong domestik, tidak bisa diimbangi oleh lawan tanding waktu itu.

Di kala itu, secara tersirat, Prabowo sangat menyangsikan kemampuan lawan capres, dalam hal ini Jokowi, untuk menegakkan kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia. Sekarang, keraguan PS itu dibuktikan oleh semakin menguatnya pengaruh korporasi asing dalam menentukan arah ekonomi dan investasi. Telihat jelas bahwa “ekonomi impor” dan RRC-sentris sekarang menjadi model yang dipanuti oleh pemerintah Jokowi.

Untuk investasi, ada semacam kebijakan “Chinese First” (China lebih dulu) yang sekarang bergulir menjadi seolah-olah “All Chinese” (semua China). Artinya, sedari awal pemerintah Jokowi merancang kebijakan yang memberikan prioritas utama kepada para pemodal RRC dengan persyaratan yang sangat pro-Beijing. Semua perusahaan asal RRC selalu diutamakan.

Secara literal, memang tidak semua investor berasal dari RRC. Bahkan, investasi yang terbesar datang dari Singapura (data 2016). Hanya saja, tak tertepiskan kesan bahwa investor RRC semakin banyak diudang ke Indonesia.

Yang menjadi masalah, investasi RRC agak aneh implementasinya. Mereka membawa tenaga kerja sendiri sebanyak mungkin. Menurut kalangan pemerhati politik, praktik aneh ini membuat keamanan nasional Indonesia menjadi rawan.

Banyak orang yang merasakan kedaulatan negara tuan rumah, dalam waktu singkat, akan tersandera oleh ekspansi RRC. Penglihatan semacam ini diperkuat oleh peredaran barang-barang buatan RRC di segenap pelosok negeri. Kedaulatan ekonomi tidak hanya cedera melainkan juga terkena efek lemah. Kondisi lemah akan cenderung memancing anggap enteng pihak asing. Di sinilah kita sekarang berada.

Dari sisi politik, terutama politik regional, problem martabat bangsa dan negara semakin akut. Tingkat “rasa segan” terhadap Indonesia sebagai saudara tua (big brother) di kalangan para tentangga di Asia Tenggara, menurun drastis. Posisi sebagai “the leading nation” (bangsa pemimpin), terpuruk semakin memprihatinkan.

Keruntuhan kedaulatan ekonomi yang kemudian berlanjut dengan degradasi kedaulatan politik, plus ancaman terhadap keamanan nasional, membuktikan bahwa Indonesia harus dipimpin oleh seseorang yang memiliki karakter yang tegas, keras, dan lurus. Untuk saat ini, kefiguran seperti itu ada di dalam diri Prabowo Subianto. Wallahu a’lam.

Beliau memiliki kapasitas dan kapabilitas yang surplus untuk menjaga NKRI dan Pancasila dari segala bentuk ancaman. Prabowo sangat memahami siapa kawan dan siapa lawan. Beliau mampu mengendalikan kapal “NV Indonesia Raya” di laut lepas yang penuh dengan tantangan alami dan “bajak laut” (lanun) yang setiap saat siap merompak.

Pada saat kita berbicarakan ini pun, “NV Indonesia Raya” sedang dikerumuni para “bajak laut” yang, celakanya, bisa menjalin kerja sama dengan “orang dalam”. Para lanun itulah yang mengendalikan kapal dengan bantuan “orang dalam” tersebut.

Untuk memulihkan situasi di NV Indonesia Raya, para penumpang masih berharap pada kemampuan Prabowo Subianto untuk memulihkan kamtib di kapal. Sebagian besar penumpang bisa memberikan mandat kepada beliau untuk mengambil posisi kapten ketika berlangsung proses pemilihan nakhoda berikutnya.

(* Penulis adalah Wartawan Senior)